Senin, 17 September 2012

Bolehkah Kami Bermimpi? (By : Asmaul Husnah)


Bolehkah Kami Bermimpi?
Mampukah kami mengubah paradigma pendidikan di Indonesia? Pendidikan bukanlah sebuah batu loncatan untuk mendapatkan gelar tertentu, dan bukan pula untuk menciptakan sosok yang kemudian dipandang tinggi laksana dewa. Pendidikan adalah sebuah proses, sekali lagi... pendidikan adalah sebuah proses untuk membentuk manusia yang lebih beradab dan lebih manusiawi. Seekor ulat akan menjadi kupu-kupu saat dia berpuasa, menahan hawa nafsunya untuk makan. Ulat itu akan menjadi indah pada waktunya. Semua yang ada di dunia ini juga mempunyai waktu. Akan ada waktu yang bisa mengubah segalanya, dari yang biasa menjadi luar biasa, dari yang sederhana menjadi mewah. Lalu bagaimana pendidikan kami di Indonesia saat ini?
            Sudah banyak yang digembor-gemborkan, sudah banyak yang dielu-elukan, bahkan sudah sering yang dibangga-banggakan. Lalu, manakah hasilnya? Manakah janji-janji manis yang selalu ditawarkan saat orang-orang tinggi itu berpidato? Bohong! Semuanya pembohong! Janji soal pendidikan seolah hilang saat mereka benar-benar dipercaya memegang amanatnya. Mereka bilang soal rakyat, ternyata hanya soal derajad. Mereka bilang untuk pendidikan, ternyata hanya untuk kehormatan. Pendidikan yang harusnya kami, anak bangsa ini anut adalah pendidikan yang bebas, bebas dari biaya, bebas dari semua beban yang menurut kami sangat ironi. Katakan saja bangunan DPR, yang bahkan untuk kamar mandinya saja senilai triliunan rupiah, sedangkan untuk membangun sekolah kami yang sangat kecil pun masih menunggu janji, janji dan janji. Sebenarnya untuk apa kami dipelihara oleh negara? Sebenarnya untuk apa kami diasuh oleh negara? Apa kalian orangtua kami? Jika iya, lalu kenapa kaliah menelantarkan kami?
            Kami sudah banyak ditipu dengan kata-kata manis kalian. Kami sudah banyak dipenjara dengan iming-iming kesejahteraan kalian. Lalu untuk apa kami harus percaya pada kalian? Bukan kami yang salah jika seandainya kami menjadi berandalan, mengacaukan segala fasilitas kalian. Namun memang kalianlah yang memaksa kami melakukannya. Kalian seolah menutup mata dengan keadaan kami. Membangun sekolah kami yang layaknya kotak sabun pun kalian pura-pura lupa. Lalu kemana uang-uang itu pergi? Sekali lagi, kami mencoba bersabar. Kami memutuskan sekolah kami dan pergi ke jalanan. Namun, lagi-lagi kalian menghancurkan kami seolah-olah kami adalah musuh negara yang sudah kumal, yang hina dan patut dibinasakan. Benar, kan?
            Ah, tapi kami jauh lebih bangga seperti ini. Kami masih punya harga diri. Kami rela berpanas-panasan untuk mencari sesuap nasi asal halal bagi kami. Kami bangga, walau kami harus rela lapar dan akhirnya akan tergeletak di pinggir pertokoan. Kami bangga, walau kami harus bodoh dan akhirnya jadi bahan tertawaan. Harusnya kalian tanya, kenapa kami bisa bangga??
            Pertama, harga diri kalian sebagai orang tinggi jauh lebih rendah dari pada kami. Harga diri kalian bisa kalian jual, bisa dibeli. Berapa harga tertinggi untuk sebuah harga diri?? Setinggi-tingginya harga diri kalian, masih bisa dibeli dengan uang. Yang kedua, kalian kenyang, bahkan kekenyangan dengan perut kalian yang buncit. Padahal, sebenarnya di dalam perut kalian adalah ular. Yang kalian makan adalah barang haram yang bukan milik kalian. Kemudian, kalian juga bangga dengan gelar, kepandaian dan semua yang kalian miliki, namun sebenarnya apa yang kalian miliki itu kalian gunakan untuk menjerumuskan kalian sendiri. Lalu, apa sebenarnya yang kalian banggakan, apa yang kalian punya dibanding kami? Banyak yang ingin kami katakan dan kami benarkan dari kalian, tapi kami sadar siapa kami. Kami hanyalah sekumpulan anak bangsa yang menurut kalian sangat kecil dan rapuh. Suara kami hanyalah angin lalu untuk kalian, karena itulah kami enggan berucap.
            Kami adalah penerus kalian, kami adalah masa depan yang akan membuat kalian turun karena apa yang kalian banggakan tidak akan bertahan lama. Lalu, apa kalian tidak semakin malu jika negeri kalian akan dipimpin orang bodoh seperti kami karena tidak pernah kalian ijinkan sekolah? Apa kalian tidak minder jika negeri kalian ini akan menjadi tertawaan banyak orang karena dipimpin oleh orang yang rakus? Ya... kami mungkin akan rakus seperti kalian, karena kami tidak pernah mendapatkan hak kami. Ya, mungkin kami akan menjadi tikus yang akan menggergoti apapun.. bahkan, kaus kaki bau pun akan kami gerogoti jika kalian memang sering pula melakukannya. Itulah kalian, menggerogoti kaus kaki bau milik tuan kalian yang bahkan tidak tahu kalau kaus kaki mereka kalian bolongi.
            Sebenarnya, yang kami inginkan adalah keadilan. Keadilan untuk diperlakukan sebagai manusia. Agar kami bisa menuntut ilmu dengan fasilitas yang baik seperti janji manis kalian. Kami hanya ingin pintar, bertindak selayaknya manusia, mengubah negara ini lebih baik dan tentu kami akan bangga menjadi warga negara ini. Bolehkah walau kami hanya sekedar bermimpi...??? (uul)*

*Tulisan ini pernah bikin heboh satu sekolahan sampai harus saya tarik lagi. Hiks...! tujuan saya ngirim ini cuma ingin tau, pantas nggak jika tulisan ini masuk dalam forum dunia maya...????salahkah saya yang hanya ingin menyatakan pendapat saya...??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar