Minggu, 16 September 2012

Merdeka (By. Zahra N.O.A)



Merdeka?
Sejak lama kata indah itu melantun nyaring di telinga kita.
Merdeka?
Menggelegar seluruh magma terpendam kita,
Merdeka?
Ah tak tau itu.
Merdeka?
Pentingkah itu?
Merdeka, atau terjajah?
Sadarkah kita bedanya itu?
Omong kosong semua ini.

Merdeka guru kia,
Merdeka petani kita,
Merdeka nelayan kita,
Merdeka pegawai kita,
Merdeka pilot kita,
Merdeka masinis kita,
Merdeka nahkoda kita,
Merdeka menteri kita,
Merdeka bangsa kita,
Merdekalah sluruhnya,
Oh tidak,
Tidak merdeka hati kita.
Tidak merdeka batin kita.
Kau merangkak di bawah kolong jembatan,
Apa itu merdeka?
Kau berjajar di samping rel,
Apa itu merdeka?
Dompet hilang diantara wangi bus way,
Apa itu merdeka?
Dengan kaki ayam berjuang mencari ilmu,
Apa itu merdeka?
Mati terinjak tuk mengais sebutir beras,
Apa itu merdeka?
Hangus seluruh jasad subsidi,
Apa itu merdeka?
Ayah ibu mati ditangan anak,
Apa itu merdeka?
Ikan tidak dapatmenari karena tersedak limbah.
Apa itu merdeka?
Mengemis menjadi sebuah profesi nikmat,
Apa itu merdeka?
Hingga orang intelektualpun kini harus menginjak gas penanya untuk dapat merdeka,
Tak lagi dengan tumpukan kertas tebal mereka mendapatkemerdekaan gelap,
Ah ditambah pula secarik kertas dengan deretan huruf yang dihias bak berlin sesuai peraturan.
Hai kau,
Sudah merdeka?
Janganlah tertawa,
Korek dulutelinga cantikmu agar dapat melihat merdeka,
Cuci kedua matamu agar dapat meraba merdeka,
Bilaslah otakmu dengan detergan agar dapat jernihmenapak jalan menuju merdeka,
Cari kemerdekaan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar