Maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai
dengan indah? Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu?
Maka dengarlah.. Saat ku jatuh cinta, tak akan ku
berucap, tak akan ku berkata. Namun ku hanya akan diam. Saat ku mencintai,
takkan pernah ku menyatakan, tak akan ku menggoreskan, yang ku lakukan hanyalah
diam.
Aku tahu, cinta adalah fitrah, sebuah anugrah tak
terperi. Karena cinta adalah kehidupan. Karena rasa adalah cahaya. Aku
tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita. Namun, saat rasa
itu menyapa, maka hadapi dengan anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu
pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak
jarang membuatmu menderita. Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, namun juga mampu
memberi pahit yang sangat getir. Cinta adalah perangkap rasa. Sekali kau salah
berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran
derita. Agar kau dapat keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dengan
anggun. Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun
juga, jangan kau sikapi dengan berlebihan. Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau
tumpahkan segala sukamu. Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dengan tenang. Kita
percaya takdir bukan? Kita tahu dengan sangat jelas. Dia, Allah telah mengatur segalanya
dengan begitu rapinya. Jadi, apa yang kau risaukan? Biarkan Allah yg
mengaturnya, dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja.
Cobalah renungkan, dia yang kau cinta, belum
tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu. Dia yang kau puja, yang kau
ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam. Akankah dia yang telah
Allah takdirkan denganmu?
Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba. Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa
telah kau umbar. Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi
hidupnya?
Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di
umbar. Begitu mulia untuk di tampakkan. Begitu sakral untuk di tumpahkan, dan
sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu, dan kau indah karena sifat
malumu.
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu
itu telah di nafikan? Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau
singkap. Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu. Maka tawan hatimu sendiri
dalam sangkar keimanan. Dalam jeruji kesetiaan. Yah.. Kesetiaan padanya yg
telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh. Jauh sebelum bumi
dan langit dicipta. Maka cintailah dalm hening. Agar jika memang bukan dia yg
ditakdirkan untukmu, Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu. Agar
kesucianmu tetap terjaga. Agar keanggunanmu tetap terbias. Maka, ku beritahukan
padamu, pegang kendali hatimu. Jangan kau lepaskan. Acuhkan semua godaan yg
menghampirimu. Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan. Namun
cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan.
Gadis, yang kau butuhkan hanya waktu, sabar dan
percaya. Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pada-Nya. Dan cintailah
dalam diam. Dalam hening. Itu jauh lebih indah. Jauh lebih suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar